Yahh….

As written on my profile, gw dulu selalu berusaha menyenangkan orang lain, satisfying orang lain…

Ya, memang, ideal banget ya hidup ini kalo semuanya merasa puas…

Petani bisa dapet yield yang layak untuk hidupnya, pedagang bisa dapet ROI sesuai yang direncanakan, dosen bisa running penelitian mereka, mahasiswa lulus tepat waktu dan IPnya gede…

Ideal…

Ya, dan sayangnya hidup ini nggak ideal… makanya persamaan gas ideal itu beda sama persamaan gas nyata… Makanya ada yang namanya efisiensi siklus, karena ada siklus ideal dan siklus nyata… Makanya ada tipe cowo ideal, cw ideal… karena yang ada di depan mata semuanya nyata…

kalo di kondisi ideal semua orang bisa puas, maka di dunia nyata tidak semua yang kita inginkan bisa terpenuhi…

Maka di dunia nyata, kita nggak mungkin bisa selalu menyenangkan orang lain…

(makanya, dalam ilmu decision making, dijelasin bahwa sisi pro dan kontra selalu ada. Yang harus kita pelajari adalah gimana meminimalisasi suara kontra itu. Gimana kita menerapkan komunikasi publik atau korporat di dalamnya-intermezzo)

Tapi itulah proses pendewasaan. Tingkat kedewasaan berbanding lurus dengan ke-bijak-annya. Kelak dia akan memahami bahwa setiap orang memiliki hak masing-masing untuk mengambil keputusan. Bahwa tidak semua keputusan orang lain akan sejalan dengan apa yang kita harapkan. Bahwa kita harus mulai belajar menerima dan memahami orang lain. Bahwa kita harus mampu berpikir dengan memosisikan diri kita sebagai objek, bukan subjek…

Memang, untuk bisa berpikir seperti itu perlu waktu, nggak bisa instan… Tapi pasti bisa, seiring berjalannya waktu…

Semakin sulit kalau kita terjebak dalam belenggu "pencitraan".

Citra adalah artificial reflection yang belum tentu sesuai dengan aslinya. Dalam suatu pencitraan, citra akan mempunyai bentuk sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jadi citra itu lebih fana dari dunia nyata sekalipun. Dia bisa berubah kapan saja, dikendalikan oleh nalar kita, padahal nalar kita ada batasnya… dan sulit membedakan nalar dengan emosi…

Nggak ada manusia yang sempurna, demikian juga gw… Mungkin lebih tepatnya kalo gw bilang "apalagi gw", bukan "demikian juga gw"…

Yahh…. (persis seperti judul blog ini)

Tanpa bermaksud merendah (karena memang udah rendah, mau diapain lagi), Gw cuma seekor adiet dengan segala kecerdasan dan ketololan yang telah dianugerahi Tuhan…

Jadi, gw bakal seneng banget if you take me for granted, since I always take you for granted….

Mari merenung… semoga bermanfaat…

One Response to “Yahh….”

  1. diLeZ Says:

    gw stuju..
    dunia itu nyata..bukan ideal..
    keadaan rumah gw pun nyata,bukan ideal..sayangny knyataanny jauh dari ideal..n it sucks,it hardly called h0me 4 me anym0re..
    tp itulah idup bukan?gmn cara ngadepin knyataan,,bkn cm bharap spy smuanya jd ideal..
    hmmm,,
    lieur juga klo dpikir2..
    LAh,lu ng0m0ngin citra,imej..jd inget kul PSSR..hahaha..

Leave a Reply